Jika kalian terlahir sebagai anak sulung, pasti terasa sekali Tere Liye yang sedemikian menyelami rasanya posisi anak sulung dalam keluarga. Benar-benar tersa nyata. Dalam lembar-lembar buku ini, seperti tak kehabisan ide, Tere Liye selalu memiliki segudang kata-kata yang mencerahkan. Tak percaya, berikut petikan dalam kisah di novel ini.
"Kami memang miskin. Baju ini juga lungsuran, dibeli di pasar loak. Lantas kenapa? Apa itu hina? kehidupan rendahan? Asal kau tahu, Bapakku tidak akan pernah menjual seluruh kampung kepada kalian."-Eliana-
“Tidak selalu yang kau pikirkan itu benar. Tidak selalu yang kau sangkakan itu kebenaran. Kalau kau tidak mengerti alasan sebenarnya bukan berarti semua jadi buruk dan salah menurut versi kau sendiri.”
--
“Jika kalian tidak bisa ikut golongan yang memperbaiki, maka setidaknya, janganlah ikut golongan yang merusak. Jika kalian tidak bisa berdiri di depan menyerukan kebaikan, maka berdirilah di belakang. Dukung orang orang yang mengajak pada kebaikan dengan segala keterbatasan. Itu lebih baik.”
--
Dan berikut petikan ucapan Eliana, anak mamak yang pemberani saat membela Bapaknya yang hendak mempertahankan kampungnya :
"Kami memang miskin. Baju ini juga lungsuran, dibeli di pasar loak. Lantas kenapa? Apa itu hina? kehidupan rendahan? Asal kau tahu, Bapakku tidak akan pernah menjual seluruh kampung kepada kalian."-Eliana-
Bagaimana? Tertarik membaca? :)

0 komentar:
Posting Komentar